Monday, July 16, 2012

Username dan Password ESET NOD32 ESS Smart Security Terbaru 16 Juli 2012

2 comments
Username: EAV-68145184
Password: h2s4csan4p

Username: EAV-68145185
Password: pnsx7mjc5j

Username: EAV-68145207
Password: ms4xkvctrp

Username: EAV-68201109
Password: 67uj6rajev

Username: EAV-68201110
Password: cuue2kk8fr

Username: EAV-68201111
Password: hjubteuxfk

Username: TRIAL-69044125
Password: fk357xnkr4

Username: TRIAL-69044898
Password: 5djj74udck

Username: TRIAL-69044904
Password: 842nsch7u5

Username: TRIAL-69044916
Password: efuu4trsu7

Username: TRIAL-69044925
Password: vhbscs22fe

Username: TRIAL-69044947
Password: tmksr3sf5k

Username: TRIAL-69044956
Password: 2hsj473fxc

Username: TRIAL-69044967
Password: 7vnscpa4xf

Username: TRIAL-69044982
Password: snjsau5448

Username: TRIAL-69044992
Password: nv8ujkcecu

Username: TRIAL-69045003
Password: h5uvtbktnj

Username: TRIAL-69045016
Password: j3huxu6x23

Username: TRIAL-69045025
Password: pupka2dxtt
Username: TRIAL-69045031
Password: tk6pua3rcc

Username: TRIAL-69045035
Password: j5dnjpmb6f

Sunday, July 15, 2012

Ini dia Perbedaan Kualitas Biasa, 2D, 3D, 4D Format Film Bioskop

5 comments

Barusan buka situs blitzmegaplex buat liat jadwal The Amazing Spiderman, eh taunya ada 3 macam film The Amazing Spiderman, yang pertama biasa, 2D, dan 3D. Kalau yang biasa ama yang 3D udah kebayang lah gimana penampakannya. Nah yang 2D ini yang bikin bingung, apakah 2D disini berarti 2 Dimensi, lalu apa bedanya dengan yang biasa. 

Setelah cari bantuan ke om google dapatlah informasi tentang perbedaan kualitas ketiga format film bioskop ini. Intinya 2D disini bukan berarti 2 dimensi, tapi film yang proses peng-copy-annya dengan digital, yang artinya gambar yang dihasilkan jauh lebih halus daripada format film bioskop biasa yang kita tonton. Oya, kalau blitzmegaplex memakai istilah 2D, beda halnya dengan 21cineplex. Mereka cukup menggunakan istilah "Digital" pada screenboard untuk menampilkan jadwal film yang diputar di XXI maupun 21.

Berikut penjelasan perbedaan kualitas format film bioskop baik yang biasa, 2D, 3D, sampai 4D yang saya dapat dari tawvic.wordpress.com :

1. Biasa
Format ini biasa ditayangkan pada bioskop-bioskop tanah air, masih menggunakan roll film dan proyektor dengan kualitas standar. Kualitas gambar yg dihasilkan biasanya standar, terdapat benang-benang halus, subtitle yang terkadang berubah-ubah warna atau tiba-tiba muncul sepasang huruf yang entah maksudnya apa. Kualitas suara terkadang cempreng karena Roll film yang sering diputar, selain itu film-film berdurasi panjang akan ada sedikit jeda (tergantung proyektor dan teknisi operatornya), hal ini diakibatkan penggantian Roll 1 ke Roll2, maklum panjang pita diroll film ada batasnya. Saya pernah menonton film tahu-tahu layar mati, ternyata operatornya masih baru sehingga tidak cepat memasukkan roll selanjutnya. Rata-rata bioskop saat ini masih memutar film dengan format biasa.

2. 2D
Format ini yang terbaik buat saya kenapa?, karena tidak ada benang halus, suaranya bagus, warnanya lebih cerah dan tajam namun layar resolusinya tidak sebesar format biasa karena semakin lebar akan semakin gepeng layarnya. Bagian-bagian adegan yang tersensor (dengan cara potong adegan) lebih halus ketimbang format biasa, malah seperti tidak tersensor potong adegan. format jenis ini masih jarang dibioskop tanah air karena harus menggunakan proyektor khusus pemutaran film-film berformat 2D. Saya pernah beberapa kali dihadapkan pilihan 2 film dalam judul yg sama, yang satu hanya judul film biasa, dan yang satunya lagi ada tulisan 2D diakhir judul film itu. Saya nonton keduanya dalam waktu yang berbeda dan memang ada perbedaan total dari format biasa dengan 2D. Secara umum, format 2D memiliki gambar lebih halus layaknya kita menonton DVD dirumah dengan kualitas suara yang bagus. Harga tiketnya lebih mahal sedikit dari film berformat biasa.

3. 3D
Sekarang lagi marak film hollywood berformat 3D bahkan beberapa film tidak memiliki versi biasanya dan hanya terdapat format 3D. Sudah tidak asing lagi buat masyarakat indonesia, format ini mengharuskan kita menggunakan kacamata 3D karena film-film tersebut memiliki efek gambar keluar dari layar dan hanya bisa terlihat jika kita menggunakan kacamata 3D. Di tahun-tahun sebelumnya, hanya film animasi sajalah yang memiliki format 3D namun berkembangnya kecanggihan CGI, maka film biasa seperti live action pun sudah terformat 3D. Beberapa film kurang begitu pas ditonton dengan format 3D, ketika buka kacamatapun kita masih bisa nyaman menikmatinya, hanya ada bagian kecil saja yg berbayang yaitu teks subtitle nya saja. Beberapa film 3D tidak terdapat Subtitle nya, konon katanya sih pemasukan subtitle akan menurunkan kualitas film sebesar 10%, IMHO. Sayangnya, tidak semua bioskop memiliki fasilitas ini, hanya terdapat pada bioskop besar saja dan harga tiketnya pun bisa dua kali lipat dari harga tiket film biasa.

4. 4D
Tidak berbeda jauh dengan format 3D hanya saja efek dari film bukan hanya gambarnya keluar melainkan ada getaran-getaran atau efek-efeknya nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyimprat ke wajah kita atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, unik dan mengasyikan tapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yg menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya termasuk AC yang bisa tiba-tiba dingin banget saat adegan salju dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir. Format film ini harus diputar pada bioskop khusus seperti IMAX Keong mas Taman Mini Indonesia Indah dan Bioskop Gelanggang Samudra Ancol. Harga tiketnya pun pasti lebih mahal dan film-filmnya terbatas.

Itulah perbedaan dari kualitas format film yang diputar di bioskop. Setelah mendapat informasi itu, akhirnya saya pun memilih 2D movie untuk menonton The Amazing Spiderman di Blitzmegaplex Paris Van Java, Jl. Sukajadi Bandung.

Thursday, July 12, 2012

Username and Password NOD32 ESS Eset Smart Security 4 Update 12-07-2012

0 comments
Username:TRIAL-69100633
Password:hbxjv26vk2

Username:TRIAL-69100653
Password:34asmkb37f

Username:TRIAL-69100666
Password:e65vrvub8d

Username:TRIAL-69100669
Password:fbvhetfhkm

Username:TRIAL-69100669
Password:fbvhetfhkm

Username:TRIAL-69100688
Password:258r6enk65

Username:TRIAL-69100705
Password:sh4nvetbap
 

Pengalaman Ruang Pada Ruang Kerja Pria

3 comments
Ruang merupakan unsur utama dalam desain interior. Melalui volume ruang, manusia tidak hanya bergerak tetapi juga melihat bentuk-bentuk, warna, mendengar berbagai suara, merasakan hembusan angin dan sebagainya. Manusia dengan segala kelengkapan fisik dan psikis memungkinkannya untuk menanggapi, merespon berbagai macam bentuk dan pengolahan ruang, serta secara emosional memberi pengalaman ruang. Implementasi berbagai macam variabel pembentuk dan pengisi ruang yang sesuai dengan fasilitas ruang akan meningkatkan nilai ruang, dan melalui indera mereka secara emosional memberikan berbagai macam pengalaman ruang yang berbeda-beda pada manusia.

Selanjutnya akan diuraikan suatu pengalaman ruang yang mungkin terjadi akibat dari resonansi obyek-obyek yang ditangkap oleh indera manusia yang berada di dalam suatu ruang kerja, dalam kasus ini ruang kerja laki-laki. Berikut adalah gambar ruang kerja yang dijadikan bahan bahasan.


 Ada banyak variabel ruang yang mempengaruhi persepsi dan pengalaman ruang pada saat manusia berada dalam sebuah ruang, berikut ini akan dibahas beberapa variabel ruang yang cukup berperan dalam proses terjadinya pengalaman ruang.

Bentuk cenderung mendominasi persepsi manusia karena dengan bentuk dapat lebih memahami rasa ruang. Bentuk meja kerja yang melengkung pada ruang kerja diatas menimbulkan rasa dinamis, tidak stabil dan kadang-kadang aneh dalam kondisi tertentu, namun bentuk ini terlihat lebih hidup daripada bentuk meja/rak lurus yang berada di pinggir dinding yang menimbulkan kesan kaku. Lampu meja yang berbentuk kerucut terbalik dengan bagian atas yang terpotong miring mencerminkan rasa inovatif, elegan dan tidak ekstrem. Komposisi ukuran meja, kursi, rak dan ukuran ruang yang proporsional membuat pikiran dan hati tidak terlalu tertekan. Penempatan barang dan furnitur yang tepat juga menimbulkan efek rapi,  teratur dan profesional. Apalagi dengan bentuk meja yang melengkung dan penempatan yang sesuai membuat bagian tengah ruangan tidak kosong seperti ruang kerja kebanyakan.

Warna memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan secara emosional. Meja berwarna coklat muda berbahan kayu memberi kesan alami dan tenang sekaligus terlihat formal. Pepohonan dan tanaman hijau yang terlihat dari jendela membuat mata lebih rileks. Perpaduan antara warna hijau dari pemandangan luar dan coklat yang mendominasi ruangan menciptakan atmosfer nyaman dan hangat. Begitu juga dengan pencahayaan dari sinar yang masuk melalui jendela dapat memberi kesan alami dan bebas.

Faktor yang mengubah pengalaman tentang cahaya dan warna adalah tekstur. Namun tekstur lantai kayu yang agak kasar pada gambar diatas dapat melatih refleks dan sensitifitas telapak kaki dan mendukung nuansa kealamian dalam ruangan. Bau yang ditimbulkan dari meja, lantai dan rak berbahan kayu memberikan kesegaran dan kenyamanan bagi penghuni ruangan. Suara yang ditimbulkan oleh percikan air dari kolam di balik jendela menambah rasa kenyamanan dalam ruangan. Selain itu, kondisi ruangan yang tetap bersih turut berperan dalam menjaga rasa nyaman.

Penempatan posisi monitor pada sisi meja memberikan ruang yang lebih dan keleluasaan yang memberikan efek nyaman. Mata pun tidak akan sakit berlama-lama di depan monitor. Ruang gerak juga tidak dibatasi dengan adanya space yang cukup antara kursi dan meja, begitupun antara meja dan rak. Posisi pintu yang diujung dengan penempatan kursi, meja dan monitor yang sesuai menegaskan bahwa ruang tersebut adalah ruang privat. Privasi dan daerah teritorial pun tetap terjaga dengan memposisikan kursi menghadap ke tengan ruangan (bukan sebaliknya menghadap ke sudut ruangan) dengan meja yang juga bisa berfungsi sebagai pemisah daerah teritorial.

Monday, July 9, 2012

Username and Password NOD32 ESS Eset Smart Security 4 Update 09-07-2012

5 comments
Username: EAV-68046939
Password: 7v42j54xef

Username: EAV-68048580
Password: fjfb82udh6

Username: EAV-68068421
Password: sa76f4jds5

Username: EAV-68069875
Password: t67a286k4n

Username: EAV-68094462
Password: t4c7kce5s4

Username: EAV-68094513
Password: aspkppt26d

Username: TRIAL-68994677
Password: hjcekduv4x

Username: TRIAL-68994686
Password: 653m3asmbr

Username: TRIAL-68994695
Password: bx8cce3m7j

Username: TRIAL-69044125
Password: fk357xnkr4

Username: TRIAL-69044898
Password: 5djj74udck

Username: TRIAL-69044904
Password: 842nsch7u5

Username: TRIAL-69044916
Password: efuu4trsu7

Username: TRIAL-69044925
Password: vhbscs22fe

Username: TRIAL-69044947
Password: tmksr3sf5k

Username: TRIAL-69044956
Password: 2hsj473fxc

Username: TRIAL-69044967
Password: 7vnscpa4xf

Username: TRIAL-69044982
Password: snjsau5448

Username: TRIAL-69044992
Password: nv8ujkcecu

Username: TRIAL-69045003
Password: h5uvtbktnj

Username: TRIAL-69045016
Password: j3huxu6x23

Username: TRIAL-69045025
Password: pupka2dxtt

Username: TRIAL-69045031
Password: tk6pua3rcc

Username: TRIAL-69045035
Password: j5dnjpmb6f